Hey, you.
Even if you don't mean it, and even if you don't realize it, you always there help me get through the hard times.
When I finally transfered to this school, you helped me to adjust here. You gave me all informations I needed in my first day. And the next day. And the day after that. And so on.
You told me "You are in class S2" when the teacher hadn't even announced it to me. Me--the poor, clueless transfer student who didn't know anything at all about the school she actually entered.
You cheered me up wheen I stood exactly in front of someone I wished I hadn't encountered that day by saying "Meh, there's nothing special on that person. You're prettier". I said "Don't speak like that. Beauty is relative" and you said straight away "Seriously, you're far more lovely".
You flashed that smile then asked "Why didn't you come yersterday? It was so much fun". I couldn't help but smile back. I still remember our conversation that evening.
"Did he come?"
"Yes."
"With her?"
"Yes. I saw them crossed the street together when I was ordering some food."
I smirked.
"Don't think about it too much."
And I plainly remember I gave you a warm smile right after.
"I know. It's just I still have some unfinished business with him and I'm done."
"Hmph. 'Unfinished business'. Look who's talking."
Hahaha yeah, look who was talking. And look at you who was able to somehow comfort me back there.
You paid me a visit when I was hospitalized. Sure enough you didn't come alone, you brought all of our friends with you. But the important thing is you were there. You accompanied me and filled my day with laughter.
You gave me a simple ride when I needed it.
And do you remember that time when I had problem opening my helmet, you turned around, faced me, and tenderly asked as you reached your arms "Can you open it? Here".
Thank God I successfully opened the helmet by myself before you lend a hand.
And you know what? Thanks to the helmet and your damn courtesy, since that day, this heart is yours.
I know that you love someone else. I know that a lot of girls out there love you. I also perfectly know that you treat me just the same like you treat everyone in this whole stupid planet. But for this one I will admit and fight. I will not deny and step back.
Because you're the one who managed to open my heart when I think I will never love again.
You're maybe not as charming as the others, but trust me, you are.
You're charming from your heart ;)
Voilaaa, I'm back! Di postingan kali ini gue mau cerita tentang event yang gue datangi pada Sabtu 18 Februari 2012 lalu. Event ini udah gue tunggu-tunggu selama berbulan-bulan dan alhamdulillah gue kesampean juga buat hadir di acaranya. Masih inget kan sebuah komunitas game Indonesia eksis yang gue ikuti sejak jaman masih pake seragam putih biru? Yap, it's
Final Fantasy Crystalesia! Dan kemaren, untuk kesekian kalinya, FFC ngadain gathering lagi. Judul kerennya sih Early Dragon Year Gathering yang mengambil tempat di Central Park, Jakarta.
Di tahun 2011 kemaren, sebenernya FFC ngadain banyak banget kegiatan kumpul-kumpul. Cuma berhubung acaranya kebanyakan di Jakarta dan Jakarta itu jauh, gue nggak bisa sesimpel itu dateng setiap ada acara. Berkali-kali gue niatin pergi tapi nggak jadi terus karena ada aral melintang.
Geus lapur men.
Tapi kemaren akhirnya gue dateng juga deh! Seneng banget rasanya bisa ikutan ngumpul sama temen-temen setelah setaun lebih nggak ketemu. Mau tau serunya kaya apa? Karena gue baik hati dan tidak sombong gue akan cerita panjang lebar.
Sabtu pagi gue masih les seperti biasa, cuma bedanya kali itu izin pulang duluan. Sekitar jam 9.45 gue pamit sama madame dan ninggalin temen sekelompok gue dengan sangat tidak bertanggung jawab. Kita disuruh bikin percakapan tentang order di restoran Prancis gitu deh. Satu-satunya kalimat yang gue ingat dari percakapan yang dibikin kemaren itu adalah 'Je prends le Choucroute, s'il vous plait' yang artinya 'Saya pesan kol asin, dongski'.
Jam 9.45 gue langsung cepet-cepet ke Cihampelas buat naik travel yang udah dipesan semalam sebelumnya. Untung aja keburu. Jam 10.15 gue berangkat menuju Jakarta. Oh iya dong, gue asli ngebolang sendiri. Keren banget nggak sih gue.
Nggak henti-hentinya gue merhatiin GPS secara berkala sepanjang jalan menuju ke Jakarta. Pasalnya gue bener-bener nggak begitu ngeh jalan ke Central Park yang notabene persis di sebelah Mall Taman Anggrek. Jadi patokan gue cuma Mall Taman Anggrek. Gue malah nggak gitu ngeh Mall Taman Anggrek itu ada di jalan apaan. Yang gue tau cuma sebelum Mall Taman Anggrek itu ada Slipi yang kalo keliatan dari tol dalam kota jalannya aneh dan sangat berpotensi bikin orang luar kota nyasar sampe BSD.
Inilah percakapan gue dan Ibu semalam sebelumnya.
Gue : Mam, besok Anna ke Jakarta ya
Ibu : Ngapain?
Gue : Gathering. Kan Anna udah bilang dari jauh-jauh hari
Ibu : Oh. Mau naik apaan?
Gue : Travel lah, kaya yang Mama bakal nganterin aja. Tapi bingung naik travel apaan ya. Kan gatheringnya di TA tapi pas tadi Anna cek di internet nggak ada travel yang ke TA
Ibu : TA kan di Tomang! Kamu naik travel yang ke Tomang aja!
Gue : Hah masa sih di Tomang? Emang travel yang ke Tomang apaan
Ibu : X-Trans! Kamu naik X-Trans aja! Bilang ke supirnya minta berenti depan TA!
Entah kenapa Ibu gue sangat bersemangat dan begitu percaya diri saat mengatakan hal tersebut, jadi gue hanya mengiyakan saja. Ibu gue lantas nelepon perusahaan travelnya dan mesenin seat buat perjalanan gue keesokan harinya.
Namun begitu gue di jalan menuju Jakarta dan ngecek GPS.. Barulah gue sadar kalo Tomang itu adanya sebelum Taman Anggrek.
Jadi dari Slipi begitu ketemu lampu merah langsung belok kanan sementara kalo mau ke Taman Anggrek harusnya jalan lurus.
Oh, matilah gue.
Gue baru nyadar akan hal itu begitu udah di lampu merah ujung Slipi. Mau turun di lampu merah juga takut dikatain orang bego. Padahal kalo gue turun di lampu merah itu bisa aja jalan kaki dikit walaupun lumayan jauh. Jadilah gue harus rela bermacet-macet ke Tomang dulu lalu naik taksi sampai ke tempat tujuan. Untung aja gue kaga nyasar kemana-mana. Dan untung aja gue adalah gue. Kalo saja gue adalah orang lain, gue mungkin udah turun di pinggir jalan dan berakhir nangis di kantor polisi sebagai bolang gagal yang hilang. Terima kasih, wahai GPS. Terima kasih, wahai gue.
Alhamdulillah selamat sampai tujuan.
Sesampainya di Central Park pukul 13.30 siang, gue langsung pergi ke tempat ngumpul yang udah dijanjikan. Domino's Pizza di Tribeca. Gue nggak bisa berenti jalan sambil nyembunyiin kedua lengan di balik punggung dan mengerutkan alis kaya mandor karena panasnya Jakarta itu sungguh kenistaan yang sepatutnya dilaknat. Akhirnya gue sampe juga di Domino's Pizza dan langsung jejerowokan begitu ketemu Mami Koha, salah satu temen deket gue di forum. Kami pun berpelukan layaknya Teletubbies yang telah lama terpisah ruang dan waktu.
Mami itu temen gue yang lagi studi di Beijing dan kemaren lagi pulkam. Doi adalah orang nomer satu di list most wanted gue tiap gathering awal taun. Jadi begitu akhirnya bisa ketemu doi lagi rasanya senang sekali. Gue juga ketemu temen-temen forum lain yang udah geregetan pengen ketemu dari lama tapi nggak kesampean terus. Sis Icha, sis Rei, ka Green.. Malah ada juga ka Basket yang sebenernya domisili Bandung tapi malah ketemu sama guenya di Jakarta. Masih banyak juga member lainnya yang gue kangenin dan nggak bisa disebutin satu-satu.
Setelah nyapa temen-temen semua, tanpa babibu lagi gue yang kelaparan langsung order dan makan pizza dengan barbar. Sambil makan sambil ngobrol juga. Lebih banyak makannya sih. Abisan laper banget dari pagi sarapannya nggak bener. Karena baru inget bakal ada sesi tukeran coklat dan gue nggak bawa apa-apa sama sekali, setelah makan dengan barbar itu gue langsung cau bentaran ke hipermarket yang ada di lantai bawah.
Beli coklat di hipermarket itu bukanlah ide yang baik. Mungkin terlihat keren, dengan sok iyehnya kita masuk ke supermarket besar kayak mau belanja buat setahunan. Tapi kalo cuma buat beli coklat sebatang mah bunuh diri. Udah mah nyari sektor dairy nya lama, ngantri kasirnya lama--harus nungguin ibu-ibu bayar belanjaan sembako sama ember gede dulu--ditambah lagi kalo ternyata uang kita nggak ada kembaliannya. Bedeh. Nunggu kembalian itu serasa seabad lewat.
Akhirnya gue berhasil beli coklat dan kembali ke tempat ngumpul.
Kesialan gue belum berakhir.

Kalian tau apa itu? Buat yang nggak tau, itu namanya snack Haribo. Mami yang bawa dari Cine. Menurut legenda dari gathering-gathering terdahulu, snack yang warnanya hitam dan berbentuk kayak ban sepeda itu rasanya nggak enak banget. Mami bawa snack itu buat lucu-lucuan aja. Kalo lagi game dan ada peserta yang kalah, hukumannya makan Haribo. Di gathering tahun lalu gue nggak sempet ngeliat Haribo sama sekali karena isinya udah ludes dan bungkusnya keburu digondol ka Anubis yang hobi koleksi bungkus makanan.
Gue ngeliatin sebungkus Haribo yang tergeletak di meja tersebut. Gue penasaran. Gue ambil deh. Gue perhatiin bungkusnya. Ini snack apaan sih, katanya dari Cina tapi di bungkusnya pake bahasa Jerman, Prancis sama Inggris. Gue cium isinya. Aneh. Saking penasarannya gue ambil itu snack ban sepeda satu biji.
Begitu gue mau balik masukin lagi, serentak anak-anak pada teriak 'MAKANNNN!'
Gue : Hah?
Icha : Kalo udah diambil gaboleh dibalikin lagi! Harus dimakan!
Gue : Eh kaga mauuuuu ini rasanya kaya apaan coba. Balikin lagi laaah
Quina : (nahan bungkusnya)
Semua : Makan! Makan! Makan! Makan!
Gue nelen ludah.
Perlu waktu cukup lama juga untuk mempersiapkan diri gue. Selain karena bau snakcnya yang emang udah aneh, gue udah terlanjur makan sugesti dari temen-temen yang lain kalo rasanya absurd abis. Malah ka Anubis bilang rasanya kayak balsem. Makin parno lah gue. Pada akhirnya gue gigit dikit.
Gue kunyah.
Ternyata.. Biasa aja.
Gue : Apanya yang aneh, sih. Biasa aja ah
Mami : Emang biasa aja sih
Gue : Terus kenapa pada bilang rasanya aneh
Ka Saku : Kayak balsem itu..
Quina : Langsung makan aja semuanya sis biar nggak gitu aneh
Gue nggak mengindahkan saran Quina dan makan snacknya secara perlahan. Lama-lama mulai kerasa aneh di mulut. Sampe snacknya habis juga rasa anehnya itu nggak ilang-ilang. Mulai kerasa campuran antara dodol, obat yang pait dan rasa-rasa balsem. Butuh lima biji oreo blueberry-orange dan berteguk-teguk fanta buat menetralisir sensasi aneh tersebut. Nggak lama kemudian perut gue berasa melilit.
Kapok gue makan Haribo lagi.
Davaan dan ka Basket makan Haribo
Dibawah ini ada foto-foto selama nongkrong di Domino's Pizza. Rombongan lalu bergerak dari Domino's Pizza dan foto-foto di depan fountain.
Sesi perkenalan
Masih sesi perkenalan
Sis Rei : Sebenernya saya lebih suka Kingdom Hearts daripada Final Fantasy..
Tukeran coklat
Habis tukeran coklat
Sesi rapi depan fountain
Sesi bencana depan fountain
Oh iya! Ternyata bulan lalu kontributor forum yang galak dan jaim pol ka eternal_wind alias Ew ulang taun. Jadi kemaren doi dikasih suprise berupa hadiah yang dibungkus sama selembar kertas kado dan 24 lembar koran. Saking banyaknya kertas pembungkus, gue berhasil ngabisin dua potong pizza serta sepotong roti keju dan begitu gue tengok ka ew lagi doi belum berhasil ngebuka semua lembaran bungkus kadonya.
Dan tau nggak sih kadonya apa. Bebek-bebekan yang dipasang diujung sikat gigi dong. Sama boneka kecil yang ada print mukanya. Kreatif abis. Gue jadi inget waktu itu ada temen SMP ultah rame-rame dikasih pembalut sama permen Kiss yang tulisannya 'Met Ultah' satu biji HAHAHAHAHA. Eh jangan salah ya, nyari permen yang bertuliskan 'Met Ultah' itu bukan pekerjaan yang mudah. Harus ngobok-ngobok tempat jualan permen di kantin dulu baru bisa dapet.
Ka Ew beserta boneka dan satu set bebek-bebekannya
Para Crystalesian memilih sebuah spot yang lumayan tenang buat acara game. Pertama-tama semua main Ousama no Game. Jadi semuanya narik nomer undian yang digulung, dan yang dapet gulungan warna merah bakal jadi raja. Raja berhak milih nomer secara random tanpa tau siapa pemilik nomer itu dan nyuruh orangnya buat ngelakuin apa aja.
Gue beruntung nggak kena iseng. Tapi dari tiga sesi Ousama no Game, ka Fuji kena panggil raja dua kali. Yang pertama doi harus digendong ala pengantin sama Quina, dan yang kedua doi harus nari Heavy Rotation bareng ka Saku dan ka Green. Terus Legaiabay juga kena tunjuk nembak sis Icha. Sis Icha yang cimat sama Bartz Klauser langsung memproklamirkan dengan keras 'AKU NGGAK AKAN SELINGKUH!'.
Ini epic.
Abay : Ayah kamu teroris ya
Icha : Apaan lo? Jadi lo mau ngehina Bapak gue?!
Abay keburu ciut duluan.
Skandal gathering
Ngarep disekil Bartz malah berakhir disekil Abay
Setelah gombalan teroris-terorisan Abay ditangkis 100% secara sadis oleh Icha, permainan berganti menjadi tebak gambar. Bakal ada gambar yang harus diperagain sama satu orang, dan orang yang lainnya harus nebak gambar apa itu. Semua dibagi jadi tiga kelompok dan tiap kelompok harus ngorbanin satu orang buat jadi model yang meragainnya.
Mula-mula gambarnya masih standar.
Lama-lama djangar.
Ashelia B'Nargin Dalmasca yang sebenarnya (FFXII)
Ashelia B'Nargin Dalmasca versi ka Saku
Semua kebingungan
Crayon Shinchan
Pahlawan Bertopeng
HAHAHA
Resident Evil
SNSD
Usagi Tsukino
Monthana memeragakan Persona 4
Gambar Usagi Tsukino dengan lancarnya diperagain sama ka Thana dan langsung dijawab dalam waktu sepersekian detik oleh ka Bas. Bagian kelompoknya ka Thana itu udah paling gila deh. Gue ngakak sampe duduk-duduk buat nahan kencing. Gue nyesel kenapa sebelumnya nggak izin ke toilet dulu buat buang air.
Setelah skornya dikalkulasi, kelompok yang kalah kena hukuman dan kelompok yang menang dapet hadiah Assortment Choco nya Van Houten yang segede dosa itu. Kelompok yang kalah harus milih antara hukuman makan Haribo atau goyang gayung. Mami sama ka Saku lebih milih goyang gayung. Sisanya; Quina, ka Green sama ka Hota lebih memilih buat makan snack maut Haribo.
Goyang gayung yang entah kenapa malah terlihat seperti adegan kekerasan
Ka Green dalam hati : Gue makan apaan sih ini
Coklat kelompok pemenang yang akhirnya dipalak keroyokan
Kebetulan di dalem kotak coklat Van Houten ada plastik yang bergelembung gitu. Temen-temen semua pasti tau kan? Kalo beli alat elektronik biasanya ada juga plastik beginian. Tau kan? Tau? Udah bilang aja tau.
I believe I'm not the only one who adore this, jadilah beberapa anak langsung rebutan buat meletekin gelembung-gelembung di plastik tersebut, termasuk gue. Gue, sis Icha, Rei sama ka Invis malah ngerubunin plastik gelembung, bukan ngerubunin coklatnya.
Cewek-cewek kece yang menyia-nyiakan coklat demi plastik bergelembung
Mami and I
Akhirnya acara game selesai sekitar pukul 17.00 dan setengah peserta gathering undur diri untuk pulang ke rumah masing-masing. Sedih banget rasanya ngeliat temen-temen yang pada pulang duluan, habisnya gue masih pengen gila-gilaan bareng mereka. Maklum, gue dateng gatheringnya setaun sekali doang dan selalu di Central Park. Kalo bukan di Central Park entah kenapa suka nggak jadi dateng terus. Kangen setaun kan nggak cukup disalurkan dalam waktu tiga jam setengah doang. Hiks huauuuuau.
Setengah peserta yang masih bertahan lanjut masuk ke dalem mall dan naik ke lantai atas menuju Urban Kitchen, foodcourt nya Central Park. Sampe gue pulang yang tersisa tinggal ka Saku, ka Hota, ka Green, ka Fuji, Mami sama ka Thana. Gue enggak mau pulaaaaaaang cuma apa daya udah dijemput sama Om Billy. Jadi deh gue pelukin satu-satu (kecuali ka Thana, oke jelas) dan pamit sama semua.
Btw gue sempet niat nyolong seplastik gede buku yang dibeli ka Saku dari toko buku sebelah. Katanya semua diskon 35%. Shitmen. 35%. Togamas sama Rumah Buku aja kalah.
Gue dianterin Om Billy ke pool travel di Blora. Tadinya kalo nggak dapet travel, gue mau nginep dulu barang semalem di rumah Eyang. Tapi alhamdulillah langsung dapet seat. Malem itu juga balik lagi deh ke Bandung! Berangkat jam 19.00 dan sampe Bandung jam 21.30. Papa pake harkos segala. Katanya mau nonton Ghost Rider eh begitu gue nyampe Ciwalk malah batal.
Pokoknya Sabtu kemaren itu asyiiiiik banget!! Sayang yang dateng gatheringnya nggak gitu banyak. Bos Noctis juga berhalangan hadir gara-gara sakit. Semoga aja peserta gathering berikutnya yang gue hadiri bisa lebih banyak dari kemaren. Sungguh deh FFC, aku cinta :')
Dan dengan ini dengan resmi gue beritahukan pada semua kalau acara bolang gue berakhir dengan sukses.
TERUS YA. Gathering kemaren itu diliput sama Hotgame dong. Gaul gila nggak sih. Gue lucky banget dateng pas orang Hotgame nya masih ada. Jadi kalo kalian ngeliat foto cewek kurus pake baju putih motif bunga-bunga pink yang mirip gue nongol di majalah game, itu memang gue.
Posted in
cerita,
curhat,
game,
spot
Kangen ngeblog sumpahhhh!! Udah banyaaaak banget yang pengen aku ceritain, tapi berhubung nggak sempet online di komputer jadi aja ketunda terus. Pokoknya belakangan ini ambo ngerasa senang hati dan turun panas demam banget deh. Setelah sebelumnya sempet galau pol, pencerahan langsung dateng nggak berenti-berenti. Allah emang sayang sama ambo :')
Kira-kira tiga minggu yang lalu tepatnya tanggal 28 Januari, sepulang les hari Sabtu gue mendadak pengen keluyuran. Soalnya lagi suntuk banget. Akhirnya jalan deh sama Muti. Kita makan siang bareng di Dapur Penyet jalan Gandapura sambil curjing dan ngegosip. Beberapa jam kemudian datanglah duo sesat Rangga dan Bimo yang kebetulan lagi main diluar dan nggak punya tujuan gitu. Gue sama Muti udah hampir tiga jam duduk disana tanpa mesen apa-apa lagi setelah pesenan kita habis, jadi gue langsung nyuruh Rangga sama Bimo buat cepet-cepet pesen apapun.
Rangga sama Bimo ngeliat buku menu.
Rangga : Bim, liat geura ini miris
Bimo : Naon
Rangga : Nasi putih sama air putih harganya sama
Bimo : Sok atuh maneh meuli nasi putih, urang meuli minumna
Gue, Muti, Rangga : HAHAHAHAHAHA
Rangga : Udah ih dibilangin beli tahu aja. Murah
Bimo : Isinya berapa dulu
Rangga : Tahu DP.. Dewi Persik
Gue, Muti, Bimo : HAHAHAHAHA
Muti : Dewi Persik lahhhh
Rangga : Emang harusnya apaan
Gue : Dapur Penyet dodol
Lalu dengan polosnya Rangga celingak-celinguk dan mengatakan statement paling bodoh abad ini.
'Oh ini tuh Dapur Penyet?'
Karena udah kelamaan serta kelewat berisik di Dapur Penyet, kita berempat yang mawas diri cepet-cepet ganti tempat nongkrong. Pilihan jatuh pada Ngopdul Ranggamalela. Acara ketawa-ketawa terus berlanjut sampe jam 9 malam. Kalian boleh deh bilang gue cupu atau apa, tapi itu kali pertamanya gue satnite bareng temen-temen sekolah. Gue nggak pernah satnite sebelumnya. Paling banter ya sama Mama Papa. Mama Papa itu strict banget sih kalo dihadapkan pada urusan pulang malem. Makanya begitu kemaren bisa bebassss banget rasanya kayak terbang naik paus akrobatis nembus atmosfir berlapis-lapis menuju rasi bintang paling manis.
Terus sekarang gue juga nemu guilty pleasure baru selain ngegame dari maghrib sampe subuh. Gue lagi demen banget belanja! Kayaknya ini efek dari dapet jerawat di pipi terus dikatain beger sama semua orang. Setiap ngeliat baju, sepatu, tas, rok, celana, pernak-pernik apapun yang unyu, gue langsung kejang-kejang. Nggak kejang-kejang juga sih. Ya kalap lah.
Jum'at minggu kemaren sepulang sekolah, gue sama Muti kembali keluyuran. Muti itu harusnya ngurus stand kelas buat pensi sekolahnya cuma dianya mangkir gara-gara capek. Jadilah gue nemenin dia belanja muter-muter Bandung. Mulai dari FO ngetop sampe butik pelosok disamperin semua. Pulang-pulang gue tekor.
Keesokan harinya gue dateng ke acara pensi sekolahnya Muti. Itu juga sampe malem banget, sampe jam 11 an kalo nggak salah. Ajaib banget Papa mau ngejemput jam segitu. Kebagian denger NAIF di puncak acara nyanyi tiga lagu aja udah bahagia. Di acara itu gue juga ketemu banyak temen SMP sama SMA yang lama, jadi serasa reuni. Asyik banget.

Rangga, Me, Ayu, Rere

Rangga, Me, Ayu, Razi, Muti, Rere
Dan pas banget tanggal 14 Februari kemaren itu Muti sama temen sekelas gue Indika ulang tahun. Bubaran sekolah gue ikutan kasih Dika suprise dulu sekalian nyicip-nyicip kue tartnya. ITU KUE ENAK BANGET LAH. Jamban abis. Eva jagoan banget milih kue tart. Gue mendadak barbar dan nambah kuenya sampe tiga kali. Setelah puas makan kue gratis gue langsung cau ke SMP buat kumpul sama anak-anak. Rencananya mau gerebek rumah Muti gitu.
Begitu gue dateng udah ada Elkha, Devi, Bimo, Io, Djaki, sama Ayu. Seperti biasa semua kumpul depan solokan dan jejerowokan. Nggak lama kemudian dateng Sapi, Fina, Puspa, Bagus sama Rangga.
Sialnya begitu rombongan lagi siap-siap di belokan deket rumah Muti, Ibunya Muti lewat naik mobil. Gue mendadak speechless. Beberapa menit berselang Muti ngesms 'Annaaaa ketauan!!!! Cepetan kesini ga?!??!?!'. Pas gue tanya kenapa bisa tau, Muti bilang Ibunya dengan tiis nanya begitu sampe rumah 'Mut, itu kok ada Anna sama yang lain di belokan? Mau pada ke rumah?'
Lapur men.
Semua ngacak-ngacak, ngabisin cemilan, nonton DVD dan numpang makan di rumah Muti sampe malem. Berhubung kamar mandi di rumah Muti ada dua dan sebelahan, Sapi malah kepikiran ngusulin balapan boker. Itu anak dari dulu nggak pernah berubah, yang diurusin boker melulu.
Besok pagi gue masuk kelas bawaannya kesel dan marah-marah terus karena ngantuk dan kecapean. Hampir 1/4 penduduk kelas menuding gue kena PMS. Gue mengiyakan saja.
Sekarang gue kepikiran aneh-aneh lagi dong. Kesel deh kalo udah kaya gini. Mana PR sama tugas banyak. Masa harus keluyuran lagi biar nggak kepikiran terus. Aku kan kere.
Posted in
cerita,
cucunguk ranger,
curhat
Udah lama ya nggak ngepost blog! Semester dua resmi dimulai tanggal 9 Januari kemaren. Awalnya gue nggak begitu excited, secara masih roman-romannya liburan. Bawaannya mager. Ditambah lagi dua minggu ini tuh udah paling gila deh. Cuma pada akhirnya sih sekarang semangat-semangat aja hehehe..
Ceritanya tanggal 9 Januari kemaren itu gue dan temen-temen SMP mau nengok Bagus yang lagi diopname karena demam berdarah. Semua temen-temen SMP bilang kalo db gue nular ke Bagus. Gue, berbekal perasaan nggak enak hati karena ngerasa nularin penyakit ke anak nggak berdosa kayak dia, memutuskan buat ngejenguk pulang sekolah.
Mulanya sih ngajak buat jenguk keroyokan, cuma pada akhirnya yang jadi pergi cuma gue sama Muti. Tapi setelah gue dan Muti jauh-jauh jalan dari Cikutra ke Ciumbuleuit berbekal martabak manis yang beli di Simpang Dago.. Bagusnya malah udah pulang.
Ini beneran terjadi. Waktu itu sekitar jam 6 sore dan agak gerimis, gue dan Muti sampe di salah satu rumah sakit daerah Ciumbuleuit dan langsung cau ke ruangan rawat inap tempat Bagus diopname. Pas kita berdua masuk anaknya malah nggak ada. Yang ada malah orang lain. Kita berdua bengong.
Gue : Permisi, ini kamarnya Bagus bukan?
Orang lain : Oh, Bagus.. Iya. Tapi Bagusnya baru aja pulang
Muti : Hah?
Orang lain : Iya, baruuuu banget. Coba ke depan, siapa tau Bagusnya masih ada
Setelah ngecek ke depan rumah sakit dan nggak menemukan orang yang dicari, kita berdua akhirnya balik. Kenapa kejadian seperti ini bisa terjadi?? Asa hayang ngakak lah. Padahal beberapa jam yang lalu Puspa bilang kalo Bagus masih dirawat, eh nggak taunya selisih jalan sama kita berdua. Akhirnya Muti ngesms Bagus buat konfirmasi.
Muti : Udah pulang? Aku sama Anna di rumah sakit nih dengan martabak manis
Bagus : Wah? Baru aja pulang Mut hehehe kita tidak berjodoh
Muti : Sialan maneh
Muti transit dulu di sekolahnya yang segede dosa di daerah Cihampelas sebelum ngedrop gue di kantor ibu. FYI, sekolahnya Muti tersebut udah terkenal agak angker karena ada pohon karet yang guede banget di tengahnya. And guess what.. The best part is gue menjelajah sekolah tersebut cuma buat bantu Muti ngambil panci sama kompor bekas dipake kemping kemaren di sekre ekskulnya malem itu juga.
Gue dan Muti masuk ke sekolah lewat samping. Gue kira sekrenya deket-deket tempat masuk, nggak taunya jauh bener dari ujung ke ujung. Sepanjang jalan gue pasang tampang tegang di keren-kerenin. Sepanjang jalan itu juga gelap banget. Asli gelap. Nyaris pitch black. Gue berasumsi sekolahnya Muti kelewat pelit buat beli lampu.
Akhirnya setelah perjalanan singkat yang menguji adrenalin, kita berdua sampe di sekre. Sekre pun sama aja. Gelap gulita. Muti nyalain lampu kecil dan gue buru-buru bantu dia ngambil segala macem perkakas yang mau dibawa pulang. Muti itu kan anak yang kerjaannya ke gunung sama ke gua gitu, masa di sekrenya ada perahu rafting segala, apa coba?
Kalo kalian berharap ada sedikit pengalaman mistis yang bakal gue ceritain di postingan ini.. Sayangnya nggak ada. Gue nggak ngerasain apa-apa sih waktu itu. Apalagi waktu lewat karet. Padahal Muti bilang konsentrasinya disana semua. Oke lah ngeliat bayangan lari-lari, tapi paling cuma sugesti. Iya nggak sih. Sampe mobil lagi juga gue santai aja makan martabak yang seharusnya dimakan Bagus.
Lalu sekarang gue akan cerita sedikit tentang kejadian di sekolah. Bermula saat awal-awal masuk, gue dan temen-temen di kelas sibuk nyiapin surprise buat Sweet Seventeen nya Adisti tanggal 15 Januari. Kita punya karton gede bertuliskan 'Happy Birthday Adisti' dan kita bermaksud cari sebanyak mungkin temen yang kenal sama dia buat foto sama karton itu. Otomatis kerjaan gue dan teman-teman pun ngebolang keliling sekolah.
Nah. Pas lagi keliling sekolah, temen gue Eva mendadak ngerogoh saku dan ngambil sebuah hape dari sana, kemudian dengan bodohnya dia nanya 'Ini hape siapa?'.
Eva : Ini hape siapa, lah?
Gue : HAH HAHAHAHAHAHAHAHAHA
Eva : Ih serius ini hape siapa?? Tadi teh aku liat hape terus langsung masukin ke saku tapi nggak tau hapenya punya siapa
Gue : ITU MAH PUNYA NISA HAHAHAHAHAHA
Afi : HAHAHAHA KLEPTO
ITU ANAK KLEPTO ABISSSS HAHAHAHAHAHA. Coba bayangin deh kalo kalian ada di posisi gue saat itu bakal ketawanya kayak apa. Bawa-bawa hape di saku tapi nggak tau itu hape siapa! Mana pas nanya 'ini hape siapa' mukanya flat banget lagi HAHAHAHAHA minta ampun dahhhh.
Begitu gue masuk kelas, gue liat si empunya hape Anisa pasang wajah cemas mau nangis kayak anak kecil yang eskrimnya habis diambil preman gimbal nggak pake celana. Sayup-sayup gue denger temen-temen yang di sekelilingnya bilang 'Ada yang ngambil, kali..'. Aha. Pasti nyadar hapenya ilang.
Gue bilang aja ke dia sambil jalan ke bangku 'Hape kamu diklepto sama Eva, Nis HAHAHAHA' Terus kalo nggak salah Nisa langsung keluar buat nyari Eva.
Hari Selasa kemaren adalah puncak kegilaannya. Kelas gue lagi belajar ekonomi sama Pak Joppy. Pak Joppy itu kebiasaan kalo ngajar pasti banyak cerita, jadi kadang-kadang suka ngalor ngidul bareng anak-anak sekelas. Waktu itu lagi ngebahas Perdagangan Internasional ujung-ujungnya ngomongin motor bebek.
Pak Joppy : Coba kalian bayangkan, di Yogya itu kemana-mana bayarnya 3 ribu. Jauh dekat bayar 3 ribu. Naik bis terus turun beberapa meter kemudian bayarnya tetep 3 ribu. Teu siga di Bandung, bisa nawar jadi seribu. Makanya Bapak kasih modal anak Bapak motor buat transport disana
Anak-anak : Motor apaan, Pak?
Pak Joppy : Motor bebek ge cukup
Sumi : Motor bebek jadi kalo banjir ngojay ya Pak
Sumi ngelawak. End of the story.
Saat pelajaran terakhir, gue yang bangkunya emang ada di paling belakang disamperin Athfy sama Acil yang pengen ikut-ikutan cornering. Duduk di belakang itu kan emang- paling pol kalo udah kelewat males dengerin guru ngajar. Athfy sama Acil banyak ngobrol. Pas gue ngeliat mereka berdua, kebetulan Acil lagi ngeliat ke arah gue. Terus seperti biasa dia langsung pasang ekspresi sok imut. Gue bergidik. Pembicaraan akhirnya berakhir seperti ini.
Gue : Sok imut banget sih Cil kamu
Acil : Aku kan emang imut. Secara harafiah
Athfy : Naon atuh naon
Gue : Emang harafiah apaan artinya?
Acil : ... Nggak tau. Asal ngomong aja
Gue : HAHAHAHAHAHAHA
Athfy : Ai sia ngomong teu ngarti hartina
Gue : Lagian harusnya juga 'harfiah', bukan 'harafiah'
Acil : Oh he eh harfiah. Yaudah atuh maaf
Athfy : Geus tong hirup Cil
Acil sama Athfy gelut dalam diam sampe akhirnya ditegur guru.
Terus masa ya Sumi pake celana cutbray HAHAHAHAHAHA. Mulanya gue nggak begitu ngeh. Pas bel pulang udah bunyi dan dia berdiri buat beberes, barulah gue nyadar ada yang beda sama celana yang dia pake. Biasanya kan celana sekolah itu kalo nggak dombrong dari atas sampe bawah ya.. skinny. Kok celananya Sumi ini ngetatnya sampe lutut doang. Kebawahnya biasa lagi.
Begitu nangkep celana model apa itu, tanpa ba bi bu lagi gue langsung ngakak keras banget.
Gue : SUMI HAHAHAHA SUMI
Sumi : (nengok ke sumber suara) Apaan, Na?
Gue : HAHAHAHAHAHAHA SUMI LAH. SUMI HAHAHAHAHAHA
Athfy : Naon sih naon
Gue : CELANANYA HAHAHAHAHA CUTBRAY
Afi : HAH HAHAHAHAHAHA MANA MANA (coba ngeliat) HAHAHAHAHA KEREN BRAY
Sumi : (ngecek celananya sendiri terus melempar senyum satu juta watt ke arah gue dan yang lain)
Oh meh God, gue jadi ngakak sendirian ini. Minggu-minggu ini kelas emang menggila.
OH IYA TADI PAGI. Gue dateng langsung nyamperin anak-anak yang lain buat nanya pr matematika.
Gue : Matematika udah belum?
Nadia : Belum, Na. Aku tunggu dibahas aja deh
Gue : Kamu udah belum Fy?
Athfy : Ini lagi ngerjain bareng Abang
Gue : Liat jawabannya lah
Ijay dateng.
Ijay : Matematika ada pr ya
Gue : He eh
Ijay : Liat soalnya lah
Beda tipis.
Posted in
cerita,
curhat
Mari kita tinggalkan bahasa asing sejenak.
Bedeeeeeh.. Udah sebulan lebih ogud nggak ngepost blog. Sebulan kemaren itu sibuk banget soalnya. Sibuk les, sibuk ulangan, sibuk tes praktek.. Abisan sekolah gue yang sekarang ini kejem banget kalo udah dihadapkan pada urusan ujian. Udah mah banyak, jadwalnya padet, kkm nya tinggi.. Cihuy banget dah.
Jadi singkat kata satu semester pun berlalu. Bener-bener nggak kerasa deh udah enam bulan lagi. Bentar lagi kelas XII dan kuliah. Nggak akan kerasa. Dunia emang gila. Banyak banget nih yang pengen gue ceritain berhubung penghujung tahun.
Rapot semester satu udah dibagiin dan alhamdulillah hasilnya nggak mengecewakan (dan nggak terduga juga sebenernya). Gue ranking satu lagi dong. Asek. Jujur gue rada tertekan juga pas tau dapet ranking pertama di kelas, soalnya ajegile mertahaninnya bakal susah bray. Nanti kalo turun gimana! Jalur undangan gimana! Ah, mikirinnya aja udah serem.
Gue nggak mau mengulangi kesalahan yang sama lagi kayak tahun kemaren dimana ranking pertama yang didapet di semester awal turun fantastis enam peringkat di semester berikutnya. Hal itu nggak boleh terjadi lagi.
Tapi sampe sekarang gue juga bingung deh. Kenapa gue bisa dapet ranking satu ya? Temen-temen di kelas gue pada pinter semua soalnya, persaingannya berasa ketat banget. Kerjaan gue ya nggak jauh-jauh dari main walaupun ambil les sedablek. Nggak enak hati juga pas ngeliat temen-temen lain yang pada kecewa berat karena nggak masuk sepuluh besar, sedangkan gue dengan mulusnya dapet peringkat pertama.
But at least gue nggak ngecewain Mama sama Papa deh hehehehehe..
Ujian les juga pada gila. Bahasa Prancis ujiannya gila. GILA. Bahasa Inggris lebih gila lagi. Kalo bahasa Prancis sih semua mungkin bisa maklum kalo ujiannya susah, tapi bahasa Inggris? Seumur-umur gue les bahasa Inggris, baru kali kemaren gue ikut promotion test dan sekeluarnya dari ruang ujian gue bener-bener nggak yakin bakal naik level apa nggak.
Promotion test bahasa Inggris itu djangar abis. Ah, udah parah separah-parahnya deh. Listening suram. Belum lagi writing test nya disuruh bikin argumentative paragraph. Orang gila bikin begituan!!
Alhamdulillah hasil ujian bahasa Prancisnya bagus sih. Gue lulus ke level selanjutnya. Nggak tau deh ini bahasa Inggris nasibnya gimana. Kalo bahasa Jepang juga ujian di minggu-minggu kemaren, gue mending gantung diri aja di pohon toge.
Terus yah, langsung aja gue ceritain kalo minggu kemaren itu gue kena demam berdarah. Bahasa kerennya sih Dengue Hemorrhagik Fever. Ini serius. Nyamuknya emang jahat. Intinya gue kena db, ngelewatin masa-masa kritis di rumah dan sekolah, lalu begitu masa-masa kritisnya udah lewat baru masuk rumah sakit selama tiga hari. Di rumah sakit kayanya cuma numpang tidur sama makan doang kemaren tuh.
Waktu demam gue lagi tinggi-tingginya, gue maksain sekolah. Alesannya simpel : ada oral test kenaikan tingkat les bahasa Inggris. Temen sekelas gue ngecap gue gila, pasalnya suhu udah kayak kepiting rebus masih aja maksain les.
Jadi hari itu gue seharian di UKS. Untungnya di sekolah nggak belajar karena udah ujian, cuma porak doang. Di sela-sela porak temen sekelas gue pada nungguin di UKS. Adisti malah sampe kompresin gue, Afi ngerelain jaketnya buat jadi selimut, terus Ayas, Naila, Agnes sama Eva ikutan nungguin pada tiduran di ranjang sebelah kayak ikan pindang.
Kalian semuaaaa makasih banyak loh udah repot-repot. Daku terharu. Sungguh :')
Habis bagi rapot, gue kelayapan ke Dago bareng temen deket gue Muti. Masih sempet tuh nongkrong di Ngopi Doeloe barang beberapa jam. Pas sampe rumah.. KA-CHING! Hasil tes darah keluar. Dokter memvonis gue db saat itu juga dan ngasih surat rujukan ke rumah sakit.
Gue cuma bisa ngakak.
Gue ngabarin Muti lewat WhatsApp.
Gue : Mut aku db dong
Muti : Alah siah. Hebat maneh masih sempet jalan2
Hiburan gue selama di rumah sakit cuma tv sama temen-temen dan keluarga yang jenguk. Kemaren gue diem-diem aja sih diopname, nggak ngasih tau banyak orang. Yang gue kasih tau cuma Muti doang. Gue baru bilang diopname kalo ada yang nanya aja. Jadi yaa emang tiga hari kemaren itu sepi penjenguk.
Tapi sekalinya ada yang jenguk rame benerrrr kayak di pasar! Apalagi waktu anak-anak Cucunguk Ranger with Pampam and Friends dateng, itu mah kayaknya suara kita kedengeran ke seentaro rumah sakit. Kemaren itu ada Sapi, Io, Puspa, Bagus, Bimo, sama Elkha. Satu setengah jam itu jejerowokan aja. Gue langsung sembuh dan dibolehin pulang keesokan paginya.
Pokoknya minggu-minggu kemaren itu udah paling gila.
Ngomong-ngomong lagi.. Minggu kemaren gue iseng nonton salah satu channel lokal dan nemu satu acara gitu. Masih iklan sih. Nama acaranya 'Jambul Idol' HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA INI MAKSUDNYA APA!!!!!!!!! Pas awal-awal aslinya gue belum ngeh, begitu ngeh demi apa langsung ngakak sampe ngejengkang ke belakang. Anjir. Jambul Idol! Apa gue salah baca? Acara macam apaan coba itu!
Kebetulan juga nggak lama berselang setelah insiden gue ngakak ngejengkang ke belakang, Muti ngechat gue dan ngeluh kalo dia lagi galau berat. Gue sebagai sahabat yang baik tentu nggak mau melihat sahabatnya sendiri bermuram durja, maka gue rekomendasikanlah itu acara Jambul Idol ke Muti.
Gue : Udah nonton Jambul Idol aje
Muti : Hah Jambul Idol? Acara apaan itu?
Gue : Gatau HAHAHA tadi iseng nonton channel ini terus liat iklannya
Muti : Dan lo tonton gitu ya
Gue : Ga ngerti lah, sekalinya nonton channel lokal malah nemu yang aneh-aneh
Muti : Kapan coba kamu dapet sesuatu yang bener Na
Gue : Hah?
Muti : Gatau kamu teh pinter tapi hidupnya konyol
Gue : Anjir
Penuturan Muti yang sangat jujur itu bikin gue merenung.. Masa sih hidup gue sebegitu konyolnya -_-
Eh tapi beberapa menit yang lalu gue nemu ini di forum game yang gue ikutin, Final Fantasy Crystalesia; resolusi gue buat tahun 2011 yang gue bikin di akhir tahun 2010. Percaya nggak sih! Ini dia resolusi yang gue bikin taun kemaren itu.
- makan banyak. berat badan harus naik pokoknya
- bisa nyetir mobil dan gantiin ayah ngemudiin mobil setiap pergi ke Jakarta. hafal jalan Jakarta juga
- ambil lesson berkuda
- lanjut les bahasa Jepang, Inggris, dan ikut les bahasa Prancis <3
- bisa mempertahankan dan meningkatkan prestasi di kelas X SMA ini
- semoga tali silaturahmi sama temen-temen SMP, SMA, dan FFC tetep terjalin dengan baik. temen makin banyak. ababil berkurang
- pemanasan global berhenti
- namatin banyak game
- makin rajin ibadah
- jadi pribadi yang lebih baik lagi. amiin!
Setelah gue pikir-pikir, kayaknya dari sekian banyak resolusi itu.. Yang terwujud cuma satu HAHAHAHAHAHA malu-maluin banget! Cuma lanjut les bahasa Jepang, Inggris sama Prancisnya doang. Sisanya wassalam. Okelah namatin banyak game itu kayaknya terwujud juga. Tahun 2011 ini gue berhasil namatin sekitar tiga-empat RPG. Jago bawa mobil? Boro-boro! Hafal jalan di Jakarta juga sebatas Kuningan-Mampang-Ragunan doang. Makin rajin ibadah biasa aja. Pribadi yang lebih baik nggak juga.
Tali silaturahmi ya.. Lumayan lah. Nggak juga sebenernya. Gue nggak berhasil jaga tali silaturahmi sama satu orang selama setengah tahun ini, jadi resolusi yang satu itu gagal total.
Setahun ini gue ngapain aja.. Hidup gue emang beneran gue isi sama kekonyolan kayaknya.
Posted in
cerita,
cucunguk ranger,
curhat
I just created my second memebase comic aka rage comic a few minutes ago. I'd better keep the first one for myself btw HAHAHA because it's kinda offensive for you guys the reader.
So this is my second memebase comic I'm talking about.

The title is Productive Holiday. I created it on http://memebase.com/ragebuilder/ My lil cousin is addicted to this site and told me about it. Why don't you guys try to create one and share it too, just like me? The world might be proud.
Posted in
news,
tips
Do you guys like drinking coffee?
I personally don't really like coffee. I adore chocolate more. You know, I used to go to a coffee shop located around Dago with my friend. We used to have chit chat, play handheld and exploit the free wifi together HAHAHA unlike me who always ordered chocolate--cold chocolate on sunny day and the hot one on rainy day--my friend always ordered coffee at that time.
Not only that, I also like going to some other coffee shops in the city. And no matter what happens, I always order chocolate. No matter how expensive the drink, no matter what my mood, and no matter what people think about me that I'm kind a nerd buying chocolate in a coffee shop, I always order it.
About mood.. Well.. I used to drink coffee--instant coffee, to be exact--to relieve my stress. It was several years ago, I guess, when I was still in junior high. Everytime I had an extremely complicated problem I always drank coffee. Now not anymore. For me it is better to play video game from dusk till dawn than to drink two or three cups of coffee to ease psycological pain.
But now everything has come to a whole new level and I have to face different circumstances. Coffee is a need. It IS a need.
I arrive home around 8pm after go to courses after school every single day except on Fri. I even spend more than four hours to learn french on Sat. Yeah I know I'm crazy lol I just love learning so many foreign languages that learning three languages at once still isn't satisfying enough for me.
So in short I have an enjoying hectic daily schedule here and I still have to study for exam and do homework and all after I return home for the next day. And so on. And so forth. (?)
In order to keep my eyes widely open when it seems like about to shut in a single blink every night, I drink coffee. The effect of the caffeine isn't that splendid actually, but still helpful. It helps me staying late at night. Bad exam score is perfectly avoided this far lol well, at least for now.
Oh I almost forgot. I drink coffee in the morning too. Remember I said that I spent four hours to learn french every Saturday? Four hours in the class with 15 mins break is freaking tiring, especially when you learn french. Grammar, noun gender, pronunciation and all really drive you insane. So to prevent dozing off in the class or misunderstanding teacher's explanations, I usually go to a convenience store near the building before entering the class every Saturday morning. I usually buy some bread too if I don't eat breakfast at home. Sounds like a colleger, huh?
So.. Yeah.
Posted in
cerita,
curhat,
spot